Puisi Megah Wati

Megah adalah santri putri yang duduk di kelas 2 MTsN Waikabubak. Meskipun pendiam dan bersahaja, gadis yang berasal dari Waitabula SBD ini ternyata memiliki minat besar untuk berpuisi. Menulis merupakan kenikmatan besar baginya, itu saya lihat dari sebagian puisi-puisinya yang kebanyakan panjang-panjang. Dengan sedikit usaha keras untuk menyempurnakan diksi, dia tak akan kesulitan menggubah sebuah puisi.


Daun Kesepian

Di musim hujan kau kekar
Bagaikan usiamu yang bertambah
Cahaya yang begitu menyilaukan
Di sela-sela daun yang indah
Kupandang mata
Kelak di musim semi
Daunmu berangkai-rangkai
Bagaikan bunga yang sudah mekar
Di musim kemarau tercecer di hamparan tanah yang rapuh
Engkau sedikit-demi sedikit makin menghilang
Entah dimana engkau berada
Dan beterbangan di langit ke tujuh


Kegelisahanku

Sebuah kertas tertulis kisah indah
dari kau hadir dengan segala kelemahanmu
cacat hidup menyempurnakan hatiku
       Terkadang orang yang kita sayang
       dialah yang menyakiti kita
       Jika nanti kau telah tiada
       Kuingin ada orang yang memberitahuku
       Kalau engkau menyayangiku

       Di malam yang kelam
       Aku  bersimpuh derita
       dududk termenung mematung
       terisak atas kepergianmu
Kini kaku hadir dalam khayalanku
yang tak luput dari kenyataan
dia ada dalam bayangan semu

Menyentuh jemarimu menepis bayangmu
Kau menggelisahkanku membuatku merindukanmu
 
       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar