Puisi Nurmi Hermansyah

Gadis tinggi semampai berkulit ini adalah santri yang paling dekat dengan saya diantara santri-santri lain. Pengalaman menjadi official MTQ tingkat Propinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun bulan Mei 2012, membuat kami menjadi dekat satu sama lain. Gadis yang berasal dari daerah pesisir utara Sumba ini diutus sebagai qariah remaja putri saat itu. Rupanya, selain piawai mengalunkan ayat-ayat suci Al Qur'an, Nurmi pun berbakat untuk menulis puisi. 

Inilah diantara beberapa puisi-puisinya.

Waktu
Nurmi Hermansyah

Angin bertiup kembangkan layar
Hendaklah hidup berikhtiar
Karena waktu terus bergulir
Seperti air yang mengalir

Hidup cuman sekali
Sayangilah orang yang kau cintai
Selagi waktu masih ada
Jangan kau sia-siakannya


Doa

Tuhan
Hati gelisah tak tentu arah
Hanya kepada-Mu aku berpegang teguh
Tuhan
Badan yang terbelenggu kemaksiatan
Engkau kompas penunjuk arah jalan
Tuhan
Aku tersesat dalam kegelapan dunia
Terangilah dengan cahaya
Tuhan
Sebelum engkau merenggut nyawaku
Izinkan aku mengingat-Mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar